Rumah Menulis Indonesia (RuMI) sudah melesat dari busurnya

Rumah Menulis Indonesia (RuMI) sudah melesat dari busurnya

Rumah Menulis Indonesia

Hari Ini tanggal 28 Mei 2016 Rumah Menulis Indonesia – RuMI diresmikan sebagai bagian dari keluarga besar Linihijau.

RuMI merupakan sebuah komunitas, yang menekankan kepada pengenalan dan peningkatan kemampuan menulis masyarakat, terutama masyarakat yang ingin menjadi penulis. Output dari upaya ini adalah buku.

Mengapa buku?

Buku, baik dalam bentuk digital maupun konvensional, tetap merupakan salah satu media pencerah bangsa. Indonesia darurat penulis. Indonesia darurat meningkatkan minat baca. Sementara Indonesia tetap ingin menghasilkan generasi yang cerdas dan mencerdaskan.

Untuk itulah RuMI hadir dan dihadirkan.

RuMI sangat menyetujui pendapat yang menyatakan: “if you feel you’re stupid, READ BOOKS. If you think you’re smart, READ MORE BOOKS.”

Lalu pertanyaannya, sudahkah kita memiliki cukup penulis? Penulis-penulis untuk berkontribusi kepada apa yang telah disebutkan di atas.

RuMI memiliki moto atau tagline: writing for fun, for sharing and for being knowledgeable.

Diharapkan RuMI dapat menghasilkan penulis-penulis yang memiliki soul dalam menulis agar sesuai pula dengan ungkapan yang disampaikan oleh cendekiawan Muslim, Jalaludin Rumi yang menyatakan,”when you do things from your soul, you feel a river moving in you, a joy.”

Tiada tujuan besar tanpa langkah awal untuk memulainya. Hari Ini Linihijau mencoba membuktikannya, dengan melahirkan RuMI. Melesatkan RuMI dari busur panah Linihijau.

Semoga kehadirannya benar-benar bermanfaat. Sekali lagi selamat datang RuMI dan aammiinn YRA untuk harapan-harapan yang disematkan kepada kehadiran RuMI.

28 Mei 2016

@Kangbugi

Brosur RuMI dapat diunggah di sini.

Be Sociable, Share!

You must be to post a comment