Indahnya Menginspirasi, Indahnya Berbagi, Indahnya Wajah Anak-anak Itu

Indahnya alam Kabupaten Toraja Utara yang dinikmati oleh para relawan sepanjang perjalanan pergi dan pulang menuju dan dari lokasi pelaksanaan Kelas Inspirasi Toraja Utara sangat memukau.

Memukau keindahannya, memukau keunikannya. Menambah rasa syukur kita kehadirat Sang Maha Pencipta.

Terlebih, keindahan itu dinikmati saat kita akan memberikan keindahan pula kepada anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) melalui Kelas Inspirasi, tepatnya Kelas Inspirasi Toraja Utara yang baru dilaksanakan untuk kali pertama ini (KITorut1)  (liputan tentang pra pelaksanaan KITorut1 dapat dilihat di sini).

Pelaksanaan KITorut1 itu sendiri dilaksanakan pada hari Senin, 14 Maret 2016.  Ratusan relawan KITorut1 yang telah mengikuti briefing di Ruang Pola kantor Bupati Toraja Utara pada hari Sabtu, 12 Maret 2016 bersiap menginspirasi anak-anak usia SD di hari Senin pagi itu.

Mereka yang terbagi ke dalam 13 (tigabelas) kelompok yang tersebar di 13 sekolah dari 8 (delapan) kecamatan di Kabupaten Toraja Utara ini terlihat bersemangat berangkat menuju lokasi sehari sebelumnya, yaitu hari Minggu, 13 Maret 2016.

Ada yang berangkat dengan naik truk, rental mobil hingga berkendaraan motor. Tidak semua berjalan lancar, ada yang terjebak lumpur becek hingga perlu didorong, maklum malam hari sebelumnya, Toraja Utara diguyur hujan lebat.

Namun situasi demikian tidak menyurutkan semangat para relawan, termasuk mereka yang mendapat lokasi di kecamatan yang tidak terdapat aliran listrik.

Relawan-relawan yang jumlahnya ratusan dan datang dari berbagai latar belakang profesi maupun asal tempat tinggal tersebut disebar dengan SD tujuan seperti dalam daftar berikut ini (sumber: mbak Ambun Bara’ Allo):

1. SDN 3 Kec. Buntao’, fasilitator relawan: Risa,

2. SDN 5 Kec. Rantebua, fasilitator relawan: Kanor,

3. SDN 5 Kec. Rindingallo, fasilitator relawan: Sastika Latika,

4. SDN 1 Kec. Sopai, fasilitator relawan: Eka,

5. SDN 10 Kec. Sa’dan, fasilitator relawan: Rony Salinding & Ucu’,

6. SDN 5 Kec. Kapalapitu, Fasilitator relawan: Cahaya Yahya & Ni Nyoman Anna M,

7. SDN 2 Kec. Rindingallo, fasilitator relawan: Ambun Bara’ Allo,

8. SDN 3 Kec. Bangkelekila’, fasilitator relawan: Djasriel Cido Ido, Vicky Yusuf & Thomas Lembang,

9. SDN 6 Kec. Kapalapitu, fasilitator relawan: Hernita Rantepasang,

10. SDN 9 Kec. Sopai, fasilitator relawan: Ahmæd Rianto Tarawen,

11. SDN 7 Kec. Rantebua, fasilitator relawan: Carlos Pongtambing, Manaek Bara’ Allo & Inno Angga,

12. SDN 6 Kec. Sesean Suloara’, fasilitator relawan: Zulkifli Sukarta,

13. SDN 4 Kec. Rantebua, fasilitator relawan: Yabes & Aurina Kumizaiko.

Di lokasi pelaksanaan Kelas Inspirasi, mereka menginap di rumah penduduk ataupun di wisma, tergantung dari ketersediaan akomodasi di tempat tujuan.

Apapun itu, tidak ada guratan kekecewaan yang muncul dari para relawan, ‘they enjoyed ‘the party’ though‘, seperti seliweran foto-foto keriangan dan kegembiraan yang muncul di akun facebook dengan hastag #KITorut1.

Saya sendiri (profesi: peneliti Sosiologi Kehutanan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan – Balai Penelitian Kehutanan Makassar) tergabung ke dalam tim 3, yang dikomandani mbak Sastika Latika, bersama beberapa relawan lainnya yaitu: mbak Mery Sita (profesi: karyawan BRI Makale) , mbak Nur Hasanah (profesi: fotografer profesional), mas Epon Tambing (profesi: karyawan Pemda Kabupaten Toraja Utara), mas Weldyanto Rusli Tandingan (profesi: karyawan Samsat kota Makale).

Kegiatan ini didukung oleh penyiapan dokumentasi kegiatan yang dilakukan secara ciamik oleh mas Rama Meoly, mas Michael Sancai dan kawan-kawan.

Awalnya masih zero sekali ‘ilmu’ tentang menginspirasi ini. Tidak tahu bagaimana polanya, bagaimana mekanismenya, bagaimana menginspirasi mereka, anak-anak, agar tidak salah dalam menginspirasi.

Boleh kan punya kekhawatiran demikian ya. Tapi untunglah briefing yang diberikan dua hari sebelum pelaksanaan cukup membuat ‘terang’ tentang dimana, apa dan bagaimana proses kegiatan KITorut1 ini. Walau tetap saja ‘nervous’ saat akan menghadapi our little kidos di kelas. Dimana nervous ini lebih kepada bagaimana ‘menghidupkan’ suasana agar menjadi fun buat mereka dan mereka enjoy serta happy saat mendengarkan apa yang kita akan sampaikan, that’s will be a big challenge, bukan hanya terhadap saya, tetapi beberapa peserta lainpun (terutama yang baru mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi ini) mengkhawatirkan hal yang sama.

Video si Otan di Youtube: https://youtu.be/kpve_tgeuhY

Yang pasti, di kegiatan KITorut1 ini saya ditemani oleh si Otan, boneka tangan (hand puppet) Orang Utan, yang belakangan ini kerap menjadi teman baik saat saya melakukan kegiatan mendongeng.

Si Otan akan menjadi teman bagi anak-anak tersebut dalam mendengarkan apa profesi yang saya jalani sekarang ini.

Kenervous-an kami pun berkurang banyak dengan baiknya pelaksanaan kegiatan KITorut1 ini yang ditunjukkan dengan baik dan tertibnya panitia-panitia KITorut1 dalam membantu serta memfasilitasi para relawan pengajar untuk melakukan kegiatan kerelawanannya. Para relawan menjadi sangat terbantukan sekali. Mereka humble dan warm dalam membantu/memfasilitasi para relawan pengajar/fotografer dan videografer ini.

Namanya juga relawan, segalanya diambil dari kocek sendiri, jadi tidak ada kata rugi di sini. Makan bayar sendiri, transport bayar sendiri, akomodasi bayar sendiri, tapi kami enjoy-enjoy saja tuh. Padahal tidak sedikit yang merogoh koceknya untuk digunakan untuk transport dari tempat yang jauh.

Sebut saja misalnya relawan dari Papua, Jakarta, wilayah Sumatera dan lain sebagainya. Termasuk panitia lokal yang telah melaksanakan survei lokasi, persiapan dan lain sebagainya sejak jauh-jauh hari agar pelaksanaan KITorut1 ini dapat berlangsung sukses dan lancar.

Tapi ‘panggilan menginspirasi’ itu memang mengalahkan segalanya.

Saya yakin mereka dan kita, ikhlas dan bahagia melaksanakannya.

Bukan begitu?

Karena memang tidak semua dapat berpikiran dan berpandangan seperti itu. Contohnya saat saya bercerita kepada seorang rekan sekerja tentang apa dan bagaimana itu Kelas Inspirasi, serta betapa enjoy dan happynya saya bisa berpartisipasi dalam kegiatan KITorut1 ini.

Pertanyaan pertama yang keluar dari bibirnya adalah,”Siapa yang bayar? Siapa sponsornya?” Ketika saya jawab bahwa sebagai relawan kami tidak dibayar bahkan kami merogoh kocek kami untuk itu, secara otomatis, iapun berkomentar,”Wah …. rugi dong kalau begitu … !” Saya hanya merespon,”Yah … tergantung dari sisi mana sih kita melihatnya pak.

Kalau buat saya, saya malah merasa beruntung, bukan rugi. Insya Allah bisa dicatat menjadi salah satu amal saya nantinya.” Mungkin dia makin bingung ya mendengar jawaban saya hehehe tapi … EGP deh hehe.

To be honest, pengalaman mengikuti Kelas Inspirasi Toraja Utara kemarin ini, yang merupakan pengalaman pertama saya mengikuti Kelas Inspirasi, buat saya, tidak merugikan, bahkan menguntungkan.

Menguntungkan karena saya hanya mendapatkan dan hanya mendapatkan yang indah-indah saja.

Indah saat bertemu teman-teman sesama relawan yang baru, yang tidak saya kenal sebelumnya, tetapi kemudian menjadi kenal bahkan terjalin networking yang baik setelahnya. Berarti kita telah menjalankan yang diperintahkan agama, yaitu menjalin tali silaturahmi.

Indah saat berbagi menginspirasi anak-anak kita di SD nun jauh di sana. Mengikuti upacara bendera bersama mereka, melihat bagaimana mereka, sebagian, berpakaian sederhana (ada yang pakai sepatu, ada yang pakai sendal, bahkan ada yang tidak mengenakan alas kaki sama sekali) namun tetap memperlihatkan semangatnya, antusiasmenya mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi ini.

Indah saat melihat bagaimana mereka menjadi begitu akrab dengan kita – para pengajar – yang tidak pernah dikenal sebelumnya, bahkan bertemupun belum pernah. Bercanda bersama, bernyanyi bersama, tertawa bersama. Bahkan di akhir acara, believe it or not, mereka minta tanda tangan kita semua lho…. Ada yang meminta di buku tulisnya ada yang hanya di secarik kertas … wow … so amazing. Sepertinya mereka mengatakan,”melalui tanda tangan ini kami akan mengingatmu.” Ah … don’t worry kids, kami pun akan mengenang moment Kelas Inspirasi ini, forever.

Indah saat melihat mereka sebelum penutupan Kelas Inspirasi, menuliskan cita-cita mereka di selembar kertas kecil berwarna-warni kemudian menggantungkan di ‘pohon cita-cita’ sebagai perlambang bahwa mereka memiliki cita-cita dan memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Selamat ya anak-anak.

Keindahan lain adalah saat kami dapat dengan leluasa menikmati keindahan alam Toraja Utara yang indah, seperti telah saya sampaikan di awal tulisan ini. Termasuk kami dapat mengunjungi Pahlawan dari Toraja: Pongtiku.

Apalagi kemudian panitia menempatkan acara evaluasi sekaligus penutupan Kelas Inspirasi Toraja Utara 1 ini di kompleks Tongkonan – rumah-rumah adat Toraja di daerah Sa’dan to’ Barana’ yang indah itu.

Bila demikian yang terjadi, bisakah kita melihat dimana kerugiannya? Kalau saya sih tidak.

Saya bahkan semakin dapat merasakan betapa indahnya berbagi, betapa indahnya dapat menginspirasi, apalagi melihat wajah-wajah mereka, anak-anak itu, semakin indah rasanya.

Semoga bermanfaat,

Makassar, 17 Maret 2016

@kangbugi
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/bugisumirat/indahnya-menginspirasi-indahnya-berbagi-indahnya-wajah-anak-anak-itu_56ea6d9fba9373dc2f536d23

Be Sociable, Share!

Leave a Reply