Go Green with Trembesi

Go Green with Trembesi

Senang sekali melihat area penanaman bibit Trembesi di Pesantren Modern Daarul Uluum, Kampus 2 Nagrak, di Desa Sukaraja Kabupaten Bogor. Plastik hitam yang dulu berisi tanah dan benih trembesi, kini sudah menjadi pohon yang kelihatannya kuat.

Pohon yang di beberapa daerah disebut Ki Hujan ini merupakan bagian dari kegiatan pesantren dalam rangka menghijaukan bumi kita. Anak-anak santri dan ustadzlah yang setiap hari merawat mulai dari benih hingga menjadi pohon yang layak tanam di berbagai lokasi yang membutuhkan kesuburan tanah.

Lho? Koq bukannya ditanam di lokasi subur, malah di lokasi yang butuh kesuburan? Itulah hebatnya pohon trembesi. Begitu yang disampaikan ustadz Faruk, saat menjelaskan proses pembibitan trembesi kepadaku.

Trembesi adalah salah satu pohon yang banyak disebar dalam proyek-proyek penghijauan karena berbagai manfaatnya. Dari berbagai sumber, berikut manfaat tersebut :

Mampu menyerap karbondioksida (CO2) sebanyak 28,5 ton per tahun. Bentangan kanopinya sangat lebar mampu mencapai hingga 30meter sehingga menurunkan suhu mikro antara 3-4 derajat Celcius.

Akarnya mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat nitrogen hingga 78% dari kandungan nitrogen di udara.

Trembesi mampu bertahan hidup di lahan-lahan marjinal, dan lahan-lahan kritis, seperti bekas tambang, bahkan mampu bertahan pada keasaman tanah yang tinggi. Awalnya pohon ini hanya ditemukan di padang savana Peru, Brasil, dan Meksiko, yang merupakan daerah yang sangat minim air.

Berdasarkan penelitian Hartwell (1967-1971) di Venezuela, akar Trembesi dapat digunakan sebagai obat tambahan saat mandi air hangat untuk mencegah kanker. Ekstrak daun Trembesi dapat menghambat pertumbuhan mikrobakterium Tuberculosis (Perry, 1980) yang dapat menyebabkan sakit perut. Trembesi juga dapat digunakan sebagai obat flu, sakit kepala dan penyakit usus (Duke and Wain, 1981)

Hasil penelitian membuktikan bahwa pohon trembesi yang ditanam di atas lahan satu hektar dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen (O2) yang mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk 1.550 orang per hari. Trembesi juga unggul dalam menanggulangi banjir sebab mampu menyimpan 900 meter kubik air tanah per tahun dan mampu menyalurkan (mentransfer) 4.000 liter air per hari.

Lebih lengkap tentang trembesi, silakan baca di blog Alamendah.

Oh ya, kalau teman-teman mau menanam bibit pohon trembesi yang sudah jadi, bisa menghubungi ustadz Faruk di Pesantren Daarul Uluum. Ada sekitar 300 pohon yang berukuran 1 s.d. 2 meter. Kalau mau benihnya, juga boleh.

sumber: go green with trembesi | blogging by passion Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

 

Be Sociable, Share!

You must be logged in to post a comment